Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lobar Rangkul Siswa SLBN 2 Lobar, Pastikan Hak Pilih Disabilitas Terjaga

Samsul Hadi, Anggota Bawaslu Lombok Barat Menyampaikan Materi dalam Kegiatan Fasilitasi Penguatan Pengawasan Kepemiluan bagi Penyandang Disabilitas di SLBN 2 Lombok Barat pada Kamis, 30 April 2026

Samsul Hadi, Anggota Bawaslu Lombok Barat Menyampaikan Materi dalam Kegiatan Fasilitasi Penguatan Pengawasan Kepemiluan bagi Penyandang Disabilitas di SLBN 2 Lombok Barat pada Kamis, 30 April 2026

Gerung – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Barat menggelar kegiatan Fasilitasi Penguatan Pengawasan Kepemiluan bagi Penyandang Disabilitas di SLBN 2 Lombok Barat pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai struktur pengawasan pemilu serta menjamin kesetaraan hak pilih bagi pemilih disabilitas.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Lombok Barat, Samsul Hadi; Koordinator Sekretariat Bawaslu Lombok Barat, Muhamad Taisir; Kepala Sekolah SLBN 2 Lombok Barat, Dra. Eny Daryati; serta jajaran staf sekretariat dan para guru pendamping.

Dalam penyampaian materinya, Anggota Bawaslu Lombok Barat, Samsul Hadi, memberikan edukasi mengenai struktur organisasi Bawaslu dari tingkat pusat hingga ke pengawas TPS. Ia mengibaratkan tugas Bawaslu layaknya guru yang mengawasi ujian sekolah untuk memastikan tidak ada pelanggaran.

"Tugas kami adalah mengawasi. Jika ada kesalahan teknis atau administrasi, Bawaslu memberikan rekomendasi perbaikan. Kami ingin adik-adik di sini berani menolak tekanan atau praktik politik uang. Kalian memiliki hak pilih yang sama dan dilindungi oleh undang-undang," tegas Samsul.

Ia juga mengajak para siswa untuk tidak ragu berkunjung ke kantor Bawaslu guna mengenal lebih dekat proses demokrasi. "Kami terbuka bagi adik-adik yang ingin bersilaturahmi ke kantor kami. Kami akan menyambut dengan riang gembira karena kalian adalah anak-anak istimewa yang harus kami istimewakan," tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Sekretariat Bawaslu Lombok Barat, Muhamad Taisir, menekankan bahwa penguatan pengawasan bagi disabilitas merupakan program nasional yang wajib dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat.

"Setiap warga negara, baik itu profesor, mahasiswa, maupun saudara-saudara kita yang difabel, memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam pemilihan. Negara memberikan ruang khusus bagi disabilitas, termasuk ketersediaan alat bantu di TPS agar pilihan mereka tetap terjaga kerahasiaannya hingga tahap penetapan," ujar Taisir.

Kepala Sekolah SLBN 2 Lombok Barat, Dra. Eny Daryati, menyambut hangat inisiatif Bawaslu yang terjun langsung memberikan edukasi kepada siswanya, terutama bagi siswa jenjang SMA yang telah memenuhi syarat usia sebagai pemilih.

"Alhamdulillah, anak-anak kami mendapatkan kunjungan silaturahmi sekaligus edukasi terkait pengawasan pemilu. Beberapa anak kami sudah menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024 lalu. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka lebih memahami bahwa suara mereka sangat berharga dan ada lembaga yang mengawasi agar prosesnya berjalan jujur," ungkap Eny.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan sesi diskusi santai antara jajaran Bawaslu dengan para siswa yang didampingi oleh penerjemah bahasa isyarat bagi siswa tunarungu.

 

Penulis : tar

Editor : tar

Foto : Auliya