Bawaslu Lobar Ajak Siswa SMAN 1 Kediri Melek Politik Lewat Program "Bawaslu Sapa Gen Z"
|
LOMBOK BARAT – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Barat kembali memperkuat literasi demokrasi di kalangan pemilih pemula. Melalui program unggulan "Bawaslu Sapa Gen Z", lembaga pengawas pemilu ini menyambangi siswa-siswi SMAN 1 Kediri, Kabupaten Lombok Barat, pada Rabu (29/4/2026).
Acara yang berlangsung edukatif ini dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Lombok Barat, Rizal Umami. Dalam paparannya di hadapan siswa, Rizal menekankan bahwa politik bukanlah hal yang jauh dari kehidupan sehari-hari, bahkan bagi siswa yang mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sekalipun.
"Jurusan IPA tidak lepas juga dengan politik. Politik adalah cara, metode, konsep, dan gagasan yang kita kenal hari ini sebagai perilaku politik, di mana partai politik menjadi kendaraan untuk mencapai tujuan tersebut," ujar Rizal Umami.
Lebih lanjut, Rizal menjelaskan secara gamblang bagaimana kebijakan politik menyentuh aspek ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, segala lini kehidupan, mulai dari harga barang di pasar hingga besaran gaji seorang guru, sangat dipengaruhi oleh keputusan politik dan kebijakan yang diambil oleh para pemimpin serta wakil rakyat.
"Harga jual suatu barang ataupun gaji seorang guru dipengaruhi oleh politik. Seluruh kehidupan dipengaruhi oleh politik dan kebijakan yang ditentukan oleh pemimpin serta wakil-wakil kita. Untuk menaikkan semua itu, harus melalui mekanisme musyawarah dan persetujuan bersama," jelasnya.
Rizal mengingatkan bahwa setiap kebijakan akan sangat bergantung pada siapa yang memegang tongkat kepemimpinan. "Setiap kebijakan pasti berbeda pada setiap pemimpin yang berbeda, dan itu adalah pilihan kita. Semua ada di tangan kita bagaimana politik kita bisa mencapai level yang lebih baik," tambahnya.
Menutup penyampaiannya, Ketua Bawaslu Lombok Barat memberikan saran krusial bagi para siswa yang dalam dua tahun ke depan akan mulai menggunakan hak pilihnya. Ia meminta generasi Z untuk menjadi pemilih yang cerdas dengan membandingkan visi, misi, dan rencana kerja para calon pemimpin.
"Negara kita kaya, akan tetapi kita membutuhkan orang yang bisa mengelola kekayaan kita. Semua bergantung pada pemimpin yang kita pilih. Saran saya, dua tahun ke depan teman-teman akan memilih berdasarkan visi dan rencana tindak lanjut mereka," tegas Rizal.
Ia juga memberikan rambu-rambu tegas dalam memilih calon pemimpin masa depan. "Jika tidak ada kepentingan kita sebagai masyarakat di dalam rencana masa depan mereka, jangan pilih pemimpin seperti itu. Pilihlah pemimpin yang memiliki visi misi yang baik dan mengutamakan kesejahteraan untuk kita semua," pungkasnya.
Kegiatan "Bawaslu Sapa Gen Z" ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kritis bagi para siswa SMAN 1 Kediri agar tidak golput dan mampu menjadi pemilih yang rasional pada pesta demokrasi mendatang.
Penulis : tar
Editor : tar
Foto : Auliya Haris