Bersama Bawaslu NTB, Bawaslu Lobar Edukasi Pemilih Pemula di SMK Negeri 1 Kediri
|
Kediri, 4 Agustus 2025 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Barat melaksanakan kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif kepada siswa-siswi SMK Negeri 1 Kediri yang berlokasi di Dusun Banyumulek, Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, pada Senin (04/08).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bawaslu Provinsi NTB On The Move yang bertujuan untuk menguatkan pengawasan partisipatif serta meningkatkan pendidikan politik bagi pemilih pemula.
Hadir dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber dari Bawaslu Provinsi NTB dan Bawaslu Kabupaten Lombok Barat. Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Provinsi NTB, Hasan Basri, dalam penyampaiannya mengajak peserta mengenal lebih jauh tentang demokrasi, pemilu, serta peran penting Bawaslu.
“Demokrasi adalah kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Suara rakyat sangat penting karena menentukan masa depan bangsa. Pemilu dan pemilihan adalah momen di mana rakyat menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin mereka,” ujar Hasan.
Ia juga memperkenalkan Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu yang hadir di seluruh tingkatan, mulai dari pusat hingga pengawas TPS di tingkat desa. Menurutnya, pengawasan partisipatif menjadi kunci penting dalam menjaga integritas pemilu, dan masyarakat—termasuk pelajar—bisa turut ambil bagian.
“Siapa saja bisa jadi pengawas pemilu, termasuk kalian para siswa. Dengan melaporkan pelanggaran, menolak politik uang, dan menyebarkan informasi benar soal pemilu, kalian sudah berkontribusi dalam demokrasi,” jelas Hasan.
Sementara itu, anggota Bawaslu Kabupaten Lombok Barat, Samsul Hadi, turut memperkenalkan struktur kelembagaan Bawaslu dari pusat hingga tingkat paling bawah, yakni Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Ia juga menjelaskan dua jenis pemilihan di Indonesia, yaitu Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Pemilu meliputi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD, serta DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sedangkan Pilkada memilih Gubernur, Bupati, dan Wali Kota beserta wakilnya. Seluruh tahapan dari dua jenis pemilihan ini diawasi oleh Bawaslu,” terang Samsul.
Menurut Samsul, sinergi antara Bawaslu dengan lembaga pendidikan seperti SMA/SMK, perguruan tinggi, serta komunitas masyarakat menjadi penting dalam membangun kesadaran pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan Bawaslu kepada siswa sebagai bentuk pendekatan awal. Harapannya, ke depan para pelajar dapat terlibat aktif sebagai pengawas partisipatif,” ungkapnya.
Di hadapan sekitar 50 siswa peserta sosialisasi, Samsul juga berpesan agar pelajar tidak melupakan tugas utamanya, yakni membaca, berdiskusi, dan menulis.
“Membaca menyelamatkan dari kebodohan, berdiskusi memperluas wawasan, dan menulis membantu mengingat ilmu yang diperoleh,” tutup Samsul.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Bawaslu dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini dan memperluas jaringan pengawasan partisipatif menjelang penyelenggaraan Pemilihan yang akan datang.
Penulis : tar
Editor : tar
Foto : Imam