Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lombok Barat Gelar SIROIS, Bahas Keseimbangan Kecerdasan Buatan dan Nilai Spiritual

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Barat melaksanakan kegiatan SIROIS (Siraman Rohani Islam) secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (23/10/2026)

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Barat melaksanakan kegiatan SIROIS (Siraman Rohani Islam) secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (23/10/2026)

Gerung, 23 Oktober 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Barat melaksanakan kegiatan SIROIS (Siraman Rohani Islam) secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Al-Qur’an dan Artificial Intelligence: Menyeimbangkan Kecerdasan Buatan dengan Kecerdasan Spiritual” sebagai upaya memperkuat keimanan dan ketakwaan sekaligus membangun kesadaran dalam memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak.

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lombok Barat. Pembahasan berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung pelaksanaan tugas kedinasan, dengan tetap menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an, etika, dan integritas sebagai pedoman.

Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lombok Barat, Doni Briliant, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai spiritual agar pemanfaatannya tetap berada pada koridor yang benar dan bertanggung jawab.

“Artificial Intelligence dapat menjadi alat bantu yang memudahkan pekerjaan, meningkatkan efektivitas, dan mendukung pelaksanaan tugas. Namun, kecanggihan teknologi harus tetap diimbangi dengan keimanan, kecerdasan spiritual, serta tanggung jawab moral. Teknologi hendaknya kita manfaatkan secara bijak tanpa mengesampingkan nilai-nilai agama dan integritas,” ungkap Doni.

Ia juga menekankan pentingnya sikap kritis dalam menerima dan menggunakan informasi yang dihasilkan oleh teknologi. Menurutnya, setiap informasi perlu diperiksa kebenarannya sebelum digunakan atau disebarluaskan, sehingga tidak menimbulkan kesalahan yang dapat memengaruhi pelaksanaan tugas.

“Dalam ajaran Islam, kita mengenal prinsip tabayun, yaitu memeriksa dan memastikan kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Prinsip ini sangat relevan di era digital, ketika informasi dapat diperoleh dengan mudah, termasuk melalui kecerdasan buatan. Karena itu, kita tidak boleh hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga harus menggunakan akal sehat, hati nurani, dan berpedoman pada nilai-nilai Al-Qur’an,” tambahnya.

Lebih lanjut, Doni berharap kegiatan SIROIS dapat menjadi sarana pembinaan spiritual bagi seluruh pegawai Bawaslu Kabupaten Lombok Barat, sehingga mampu membangun keseimbangan antara kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan penguatan karakter dalam menjalankan tugas kedinasan.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Lombok Barat mendorong seluruh jajaran untuk memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab, sekaligus menjaga kejujuran, profesionalitas, serta integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kegiatan SIROIS ini menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan iman dan akhlak sebagai landasan dalam bekerja dan mengabdi.