Lompat ke isi utama

Berita

Hesty Rahayu Ajak Perempuan Lombok Barat Ambil Peran Aktif dalam Politik dan Demokrasi

Anggota Bawaslu Lobar, Hesty Rahayu, dalam Penyampaian materi pada diskusi keperempuanan yang digelar oleh Pengurus Pusat Front Mahasiswa Lombok Barat (PP FM Lobar), Senin (22/6/2026)

Anggota Bawaslu Lobar, Hesty Rahayu, dalam Penyampaian materi pada diskusi keperempuanan yang digelar oleh Pengurus Pusat Front Mahasiswa Lombok Barat (PP FM Lobar), Senin (22/6/2026)

Gerung — Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Barat, Hesty Rahayu, menghadiri sekaligus menjadi narasumber utama dalam diskusi keperempuanan yang digelar oleh Pengurus Pusat Front Mahasiswa Lombok Barat (PP FM Lobar), Senin (22/6/2026).

Diskusi yang berlangsung di Aula Bawaslu Lombok Barat ini mengangkat tema yang krusial di era modern: “Perempuan di Tengah Bayang-Bayang Patriarki: Antara Kebebasan Berekspresi dan Kekerasan Berbasis Gender Online.” Agenda ini menjadi wadah kritis bagi mahasiswa untuk membedah tantangan, peluang, serta realitas yang dihadapi kaum perempuan, baik dalam dunia politik, organisasi, maupun ruang digital.

Dalam penyampaiannya sebagai narasumber, Anggota Bawaslu Lombok Barat, Hesty Rahayu, membawa perspektif bertajuk "Peran Perempuan Dalam Politik Dan Demokrasi". Hesty menyoroti bagaimana pola pikir (mindset) masyarakat yang masih patriarkal sering kali membuat keputusan-keputusan penting diserahkan penuh kepada laki-laki, termasuk dalam dominasi kampanye digital.

Meski begitu, Hesty membakar semangat para peserta dengan menyatakan bahwa perempuan memiliki potensi psikologis dan ketelitian yang luar biasa.

"Jika berbicara tentang perempuan, ayo sama-sama kita 'menjajahkan diri' (menunjukkan kualitas diri). Kita sebagai perempuan masih memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki. Di Bawaslu, jenjang dan kesempatan antara laki-laki dan perempuan itu selalu sama," tegas Hesty Rahayu.

Ia juga mengajak kader FM Lobar untuk terus menjaga jiwa muda dan kekritisan mereka melalui organisasi. Menurutnya, setiap permasalahan bangsa akan jauh lebih mudah diselesaikan jika ada keterlibatan aktif dari kaum perempuan.

Menutup penyampaiannya, Hesty Rahayu menyatakan bahwa Bawaslu Lombok Barat selalu terbuka dan siap memfasilitasi kegiatan positif mahasiswa. Mengingat lokasi markas (basecamp) FM Lobar yang strategis dan dekat dengan Kantor Bawaslu, ia meminta para mahasiswa untuk tidak ragu berkoordinasi.

 

"Mumpung basecamp FM Lobar dekat dengan Bawaslu, rajin-rajinlah berkoordinasi dengan kami untuk menambah wawasan pengetahuan tentang kepemiluan. Mari pada tahapan pemilu ke depan, kalian semua—khususnya kaum perempuan—bisa mengambil peran aktif demi mewujudkan demokrasi yang lebih inklusif, setara, dan berkeadilan," pungkas Hesty.

Sementara itu dalam pengantarnya, Ketua Umum PP FM Lobar, Ahmad Rizal, membedah realitas ruang digital menggunakan perspektif filosofis dengan mengutip pemikiran Erich Fromm dalam buku "Escape from Freedom" terkait paradoks kebebasan manusia modern.

"Teknologi memang memberikan kebebasan berekspresi, tetapi pada saat yang sama, ruang digital justru menjadi arena reproduksi kekuasaan patriarki. Kebebasan yang seharusnya menjadi instrumen emansipasi, kini kerap berubah menjadi alat kontrol dan intimidasi terhadap perempuan," ujar Ahmad Rizal.

Rizal menambahkan bahwa Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO)—seperti pelecehan digital, penyebaran data pribadi, hingga perundungan—adalah bukti nyata kegagalan masyarakat dalam memaknai kebebasan secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai kelas terdidik yang kritis untuk menyaring hoaks dan meluruskan penyimpangan tersebut.

Senada dengan Rizal, perwakilan perempuan FM Lobar mengibaratkan dinamika perjuangan ini layaknya kisah 'Gadis Pantai'. Ia menekankan bahwa perempuan hari ini dituntut terus beradaptasi dengan perkembangan zaman demi membawa perubahan, di tengah dunia digital yang eksis namun sarat akan ancaman seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan siber.

Penulis : tar

Editor : tar

Foto : Imam