Gen-Z Bicara Demokrasi dan Tantangan Hoaks
|
Gerung – Di tengah dinamika politik Indonesia yang terus berkembang, peran Generasi Z (Gen Z) semakin menjadi sorotan sebagai pemilih potensial di masa depan. Perspektif generasi muda tersebut diangkat dalam episode terbaru podcast edukasi demokrasi yang dirilis oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Barat.
Kegiatan podcast ini dilaksanakan di ruang podcast Bawaslu Kabupaten Lombok Barat, yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Gerung, pada Senin (02/02/2026).
Dalam episode tersebut, Keira Gaila, siswi SMA Negeri 1 Gerung, membagikan pandangannya tentang makna demokrasi serta tantangan arus informasi di era digital. Bagi Keira, demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan mencoblos di bilik suara setiap lima tahun sekali. Ia melihat demokrasi sebagai ruang kebebasan berekspresi dan berpendapat, di mana setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan aspirasinya secara bijak.
Pengalaman berdemokrasi juga ia rasakan secara langsung di lingkungan sekolah melalui pemilihan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Keira menjelaskan bahwa proses pemilihan di sekolahnya telah menerapkan prinsip Luber Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil) layaknya simulasi pemilu nasional. Meski demikian, ia menyoroti masih adanya siswa yang memilih berdasarkan faktor kedekatan atau sekadar “kenal”, bukan karena memahami visi dan misi calon.
Sebagai bagian dari generasi yang tumbuh bersama perkembangan teknologi, Keira mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah membedakan informasi yang benar dan hoaks. Menurutnya, kehadiran Artificial Intelligence (AI) membuat berita palsu semakin sulit dikenali karena tampak begitu meyakinkan. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya literasi digital di kalangan anak muda.
“Kita harus membandingkan informasi dari banyak sumber dan melihat sumber terpercaya seperti Bawaslu, jangan asal menerima informasi yang beredar,” ujarnya dalam diskusi tersebut. Ia juga mengingatkan agar Gen-Z lebih bijak dalam berkomentar di media sosial, dengan tidak menjatuhkan orang lain maupun menyebarkan ujaran negatif.
Menutup perbincangan, Keira berharap demokrasi Indonesia ke depan dapat berjalan sesuai aturan, lebih bersih, transparan, dan bertanggung jawab. Melalui podcast ini, Bawaslu Lombok Barat berharap generasi muda dapat tumbuh menjadi pengawas partisipatif yang aktif dalam menjaga nilai-nilai demokrasi di lingkungan masing-masing.
Penulis : tar
Editor : tar
Foto : Auliya