Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lobar Perkuat Integritas Melalui Kajian Iman dan Silaturahmi, Wujudkan Semangat Ta'awun 'Alal Birri dalam Pengawasan

Pelaksanakan kegiatan Kajian Iman dan Silaturahmi Bawaslu Lombok Barat di Aula Kantor pada 30 Juli 2026.

Pelaksanakan kegiatan Kajian Iman dan Silaturahmi Bawaslu Lombok Barat di Aula Kantor pada 30 Juli 2026.

Gerung, 30 Juli 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Barat melaksanakan kegiatan Kajian Iman dan Silaturahmi (KAMIS) dengan mengusung tema "Membumikan Prinsip Ta'awun 'Alal Birri dalam Pengawasan yang Berintegritas." Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2026 tentang pelaksanaan program Jumat SEHATI dan Jumpa Berlian sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai integritas di lingkungan Bawaslu.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Lombok Barat tersebut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Lombok Barat Abdurrahman dan Samsul Hadi, Koordinator Sekretariat Muhammad Taisir, serta seluruh jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lombok Barat.

Dalam penyampaiannya, Anggota Bawaslu Kabupaten Lombok Barat, Samsul Hadi, menegaskan bahwa kajian keagamaan bukan sekadar memenuhi amanat surat edaran, melainkan menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah, membangun komunikasi yang lebih baik, serta menanamkan nilai-nilai spiritual dalam pelaksanaan tugas pengawasan.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu menghilangkan sekat antarpegawai sehingga tercipta hubungan kerja yang lebih harmonis dan saling memahami.

"Kajian ini bukan hanya sebagai bentuk pelaksanaan program kelembagaan, tetapi menjadi ruang silaturahmi yang mempererat kebersamaan. Melalui forum seperti ini kita saling mengenal lebih dekat, memperkuat komunikasi, dan membangun semangat bekerja sebagai satu keluarga besar Bawaslu," ujar Samsul Hadi.

Lebih lanjut, Samsul Hadi menjelaskan bahwa tema yang diangkat berlandaskan Surah Al-Maidah ayat 2, yang mengajarkan pentingnya saling tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan serta larangan bekerja sama dalam perbuatan dosa dan pelanggaran.

Ia menekankan bahwa nilai ta'awun atau saling membantu dalam kebaikan sangat relevan dengan pelaksanaan tugas pengawasan pemilu. Integritas, menurutnya, tidak hanya ditujukan kepada pihak eksternal, tetapi juga harus menjadi budaya yang tumbuh di lingkungan internal Bawaslu.

"Prinsip ta'awun mengajarkan kita untuk saling mendukung dalam setiap kebaikan, meningkatkan ketakwaan, menjaga hubungan dengan Allah, membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia, serta menjauhi segala bentuk pelanggaran. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi fondasi dalam menjalankan tugas pengawasan yang profesional dan berintegritas," jelasnya.

Samsul Hadi juga mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjalankan regulasi, tetapi juga oleh kuatnya solidaritas, kebersamaan, dan karakter setiap insan di dalamnya.

"Pengawasan yang berkualitas lahir dari pribadi-pribadi yang berintegritas. Karena itu, pembinaan spiritual seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk budaya kerja yang sehat, memperkuat kekompakan, serta mencegah lahirnya kesalahpahaman di lingkungan kerja," tambahnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Lombok Barat Abdurrahman menyampaikan bahwa pelaksanaan Kajian Iman dan Silaturahmi merupakan salah satu bentuk implementasi nyata dari Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2026.

"Alhamdulillah, melalui kegiatan ini Bawaslu Kabupaten Lombok Barat telah melaksanakan salah satu poin dalam Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2026, yaitu penyelenggaraan siraman rohani yang diikuti oleh seluruh jajaran sekretariat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai media memperkuat integritas, meningkatkan kualitas keimanan, sekaligus mempererat kebersamaan seluruh keluarga besar Bawaslu Lombok Barat," ungkap Abdurrahman.

Melalui kegiatan Kajian Iman dan Silaturahmi ini, Bawaslu Kabupaten Lombok Barat menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membangun kapasitas kelembagaan dari aspek teknis pengawasan, tetapi juga memperkuat fondasi moral, spiritual, dan nilai-nilai kebersamaan sebagai bekal dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang berintegritas, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

 

Penulis : tar

Editor : tar

Foto : Imam